WISATA DI UBUD
Ubud sangat kaya akan kesenian dan peninggalan sejarah Bali.
Di sini anda dapat dengan mudah menemukan sanggar-sanggar tari
bali, galeri kesenian dan kerajinan tangan, pasar yang menjual
kerajinan dll. Beberapa peninggalan sejarah berupa pura, tempat
pemandian keramat dan lain-lain juga melengkapi objek wisata
anda selama anda berada di Ubud. Berikut adalah objek-objek
wisata yang dapat anda kunjungi selama anda berada di Ubud,
Bali.
Monkey Forest Ubud Bali atau Mendala Suci Wenara Wana merupakan
sebuah wana wisata berupa hutan yang dihuni oleh ratusan kera.
Objek wisata ini sangat diminati utamanya oleh wisatawan asing,
dengan pengunjung lebih dari 10.000 orang per bulan. Monkey
Forest terletak di Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, Bali.
Suasana pedesaan di sekitar Ubud Bali dapat memberikan nuansa
Bali yang sesungguhnya kepada wisatawan. Banyak wisatawan asing
yang senang tinggal berlama-lama di tempat ini karena
keunikannya, budayanya dan keindahan alamnya dan keramahan
penduduknya. Kawasan ini memang sengaja untuk sedikit dijauhkan
dari pembangunan pariwisata modern..
Goa Gajah (Elephant Cave)
Ini merupakan goa buatan manusia pada sekitar abad kesembilan.
Pintu masuk goa gajah diukir berbentuk mulut setan, sehingga
bila kita memasukinya seolah-olahkita sedang masuk ke dalam
mulut setan. Suasana gelap dan pengap berhiaskan aroma dupa
menjadi teman kita di dalam. Juga terdapat patung lingga dan
yoni. Konon goa ini dibuat sebagai tempat bertapa.
Di samping pintu masuk goa yang sempit terdapat 2 buah patung
yang seolah menjadi penjaga, namun sayang salah satu dari patung
tersebut sudah kehilangan kepalanya. Tepat di depan goa terdapat
pemandan yang masih berfungsi hingga saat ini.
Di sebelah kiri goa terdapat pura kecil, pelataran depan goa itu
sendiri memang dibuat sebagai tempat peribadatan. Tiket masuk
Rp. 15.000 sudah termasuk penyewaan kain sarung karena kita
memasuki area pura.
Walaupun dikenal oleh wisatawan sebagai pasar seni, Ubud Market
sejatinya merupakan pasar tradisional biasa yang menjual barang
kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat setempat. Uniknya,
bagaikan bunglon pasar ini seolah berubah fungsi setelah
melewati siang hari, semakin sore pasar ini akan berubah menjadi
pasar seni yang sesungguhnya, dengan aneka penjual barang-barang
khas kesenian Bali seperti baju dan kain Bali, aneka kerajinan
tangan antaralain tas, topi, perhiasan, benda pajangan, lukisan,
aneka souvenir dan prduk-produk lainnya.
Apabila anda berkunjung ke Goa Gajah, sempatkanlah untuk
berkunjung ke Yeh Pulu, berjarak sekitar 400 meter dari Goa
gajah, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lebih kurang
30 menit melalui persawahan yang bertingkat-tingkat, sangat
indah untuk dilihat. Diperlukan guide penunjuk jalan untuk
mencapainya agar anda tidak tersesat. Banyak terdapat guide di
goa gajah, mintalah untuk mengantar anda ke Yeh Pulu dan
tanyakan berapa imbalannya.
Yeh Pulu itu sendiri merupakan sebuah pahatan dinding batu,
tidak banyak yang bisa dilihat hanya saja suasana yang sangat
tenang karena jarang sekali ada pengunjung ke sini serta
keramahan penduduk yang kita lewati akan memberikan suasana unik
tersendiri dalam mengisi liburan anda di Bali.
Gunung Kawi terletak di Tampaksiring (18 km sebelah timur laut
Ubud). Dibuka setiap hari pada jam 07:00-05:00. Tempat ini
merupakan kompleks pemakaman Raja Anak Wungsu dan istri-istrinya
yang diperkirakan dibuat pada sekitar abad kesebelas.
Untuk mencapai situs ini kita harus menuruni tangga yang cukup
dalam sebanyak 371 anak tangga. Sebelum masuk kita kan melewati
area persawahan yang cantik.
Gunung kawi itu sendiri merupakan bangunan candi yang dipahat
pada dinding batu dengan tinggi sekitar 7 meter. Tiket masuk
bagi pengunjung ialah Rp. 15.000 sudah termasuk sewa kain sarung
karena kita memasuku area pura. Di area tertentu bahkan kita
diharuskan untuk melepas alas kaki.
Terletak di Jl. Sriwijaya, Bangli, tepat di sebelah utara pusat
kota Bangli atau sekitar 30 menit dari Ubud. Pura Kehen bisa
dikatakan sebagai candi paling menarik di Bali, Pura Kehen
adalah pura berbentuk bangunan candi yang berumur sudah tua
serta sangat indah, penuh dengan ukiran yang rumit dan cantik.
Pengunjung pura ini tidak terlalu banyak, sehingga sangat enak
untuk dinikmati.
Candi ini dibangun sekitar tahun 1206, dan memiliki meru
tertinggi dengan 11 tingkatan. Karena area ini merupakan tempat
peribadatan, untuk masuk kedalamnya anda harus berpakaian rapi &
menggunakan sarung, tarif tiket masuk sekitar Rp. 6.000 / orang.
Terletak di Jl. Raya Ubud, merupakan bekas istana raja Ubud yang
digunakan sampai sekitar tahun 1940-an, bahkan beberapa
keturunan kerajaan masih tinggal di di Puri Saren Agung sampai
hari ini. Temap ini sangat strategis karena tepat di pusat desa
wisata, dekat dengan pasar Ubud dan tempat pertunjukan kesenian.
Saat ini Puri Saren Agung juga dijadikan sebagai hotel.
Terletak di desa Tampaksiring sekitar 20 km sebelah timur laut
Ubud. Salah satu kuil paling suci di Bali yang dibangun di
sekitar sumber air panas yang masih aktif hingga saat ini. Orang
Bali datang ke sini untuk mandi dan membersihkan diri secara
fisik dan rohani.
Untuk anda pecinta kopi, tidak terlalu jauh dari pusat
pariwisata Ubud terdapat pusat wisata kopi bali yang cukup
terkenal, wisata yang dikemas ala agro wisata ini mengajak
wisatawan untuk melihat secara langsung bahkan ikut terlibat
dalam pemrosesan kopi mulai dari memetik buah kopi sampai dengan
tahapan pemrosesan kopi.